🏐 Renungan Kisah Para Rasul 12

ImanSebatas Bibir Latar belakang pembacaan Alkitab kita hari ini tentang Anak-anak Skewa, Kisah Para Rasul 19:13-20, adalah karya pekerjaan Paulus di Efesus dalam memberitakan Yesus Kristus kepada orang-orang Efesus (Kisah 19:1-12). Masyarakat di kota Efesus sendiri terkenal akan pemahamannya tentang kuasa roh-roh jahat yang sering hadir dalam hidup keseharian mereka. MenjadikanMurid Dalam Gereja Yang Mula-mula. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa ( Kisah 2:42 ). Pada waktu kita melihat pembangunan sebuah gedung baru, sungguh mengherankan kalau mengetahui seberapa banyak waktu yang diberikan untuk membuat fondasinya. MateriRenungan Harian Katolik ini merujuk pada bacaan Kisah Para Rasul 12:1-11; 2Timotius -18; dan bacaan Injil Matius16:13-19. Pada Hari Raya Santo Petrus dan Santo Paulus rasul hari ini, kita diajak untuk merenungkan kekuatan yang teramat dahsyat dari Allah yang mau membebaskan kita yang setia iman dari segala belenggu dan kekejaman RenunganHarian Kisah Para Rasul 4: 12. Menjadi populer itu menyenangkan. Tidak ada yang perlu diperdebatkan. Rasanya luar biasa ketika banyak orang menganggap Anda keren. Tetapi, mari kita Lukas24:1-12 Renungan. Posted on Maret 18, 2022 By katekis_muda Tak ada komentar pada Lukas 24:1-12 Renungan. Injil Lukas 24:1-12 Lukas mengalamatkan Injilnya kepada seseorang, dan dengan cara itu juga Lukas menulis Kisah Para Rasul. Kisah Injil Lukas ditulis secara sistematis, dengan kerangka logis yang kuat, baik dari sudut pandang Teksrenungan Kisah Para Rasul 1:1-3 ini menjelaskan tak lama berselang, rasul-rasul dipersiapkan untuk misi besar menjadi saksi-saksi Kristus (Kisah Para Rasul 1:8). 12;15) dengan menyuap serdadu-serdadu yang menjaga jenazah Yesus. Faktanya, murid-murid Yesus tidak ditangkap atas tuduhan pencurian jenazah yang tidak masuk akal itu. Channelini dibuat untuk membantu memudahkan bagi para pendengaruntuk dapat mendengarkan Ayat melalui audio / voiceable.Puji Syukur kepada Tuhan Yesus Kristu Kamis 23 April 2009 (Kisah Para Rasul 3:11-21) 0. 23/04/2009. by Inge Adriana. Ayat 11 dari bacaan kita hari ini menghubungkan khotbah Petrus dengan peristiwa yang terjadi sebelumnya, yaitu kesembuhan seorang lumpuh. Mujizat yang terjadi di depan orang banyak itu membuat mereka heran dan mereka pun mengikuti Petrus dan Yohanes hingga ke sebuah RenunganKatolik Sabtu, 28 Mei 2022 - Yohanes 16:23b-28 - BcO Kisah Para Rasul 23:12-35 - Hari Biasa Pekan VI Paskah LIRIK # Jumat, 27 Mei 2022 Renungan Katolik Jumat, 27 Mei 2022 - Yohanes 16:20-23a - BcO Kisah Para Rasul 22:22 - 23:11 - Perayaan fakultatif St. Agustinus dr Canterbury LIRIK # Apakahartinya? Kisah Para Rasul 4:12 dengan gamblang menyatakan semua iman selain yang satu ini adalah salah. Mungkin hal ini terdengar eksklusif dan kasar, tetapi secara logis, masuk akal. Beberapa orang percaya bahwa Allah akan membiarkan semua orang "baik", yang sungguh-sungguh taat menjalankan agamanya, untuk masuk surga, apapun Disadurdari Renungan Harian Air Hidup, edisi 14 Januari 2018 Baca: Kisah Para Rasul 5:12-16 " Dan oleh rasul-rasul diadakan banyak tanda dan mujizat di antara orang banyak. Semua orang percaya selalu berkumpul di Serambi Salomo dalam persekutuan yang erat." Kisah 5:12 RenunganKatolik Sabtu, 28 Mei 2022 - Yohanes 16:23b-28 - BcO Kisah Para Rasul 23:12-35 - Hari Biasa Pekan VI Paskah - misa.lagu-gereja.com, situs BcO Kisah Para Rasul 23:12-35-----Komplotan orang-orang Yahudi 23:12 Dan setelah hari siang orang-orang Yahudi mengadakan komplotan dan bersumpah dengan mengutuk diri, bahwa n0lf. Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” 1. Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus, 2. sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya. 3. Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah. 4. Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang-demikian kata-Nya-"telah kamu dengar dari pada-Ku. 5. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus." 6. Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" 7. Jawab-Nya "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. 8. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." 9. Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. 10. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, 11. dan berkata kepada mereka "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga." 12. Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem. 13. Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, dan Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus. 14. Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus. 15. Pada hari-hari itu berdirilah Petrus di tengah-tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul itu, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya, lalu berkata 16. "Hai saudara-saudara, haruslah genap nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu. 17. Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini." 18. -Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar. 19. Hal itu diketahui oleh semua penduduk Yerusalem, sehingga tanah itu mereka sebut dalam bahasa mereka sendiri "Hakal-Dama", artinya Tanah Darah-. 20. "Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya dan Biarlah jabatannya diambil orang lain. 21. Jadi harus ditambahkan kepada kami seorang dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami, 22. yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke sorga meninggalkan kami, untuk menjadi saksi dengan kami tentang kebangkitan-Nya." 23. Lalu mereka mengusulkan dua orang Yusuf yang disebut Barsabas dan yang juga bernama Yustus, dan Matias. 24. Mereka semua berdoa dan berkata "Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini, 25. untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya." 26. Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu dan yang kena undi adalah Matias dan dengan demikian ia ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul itu. Kita adalah murid Yesus. Murid artinya orang yang belajar dari Gurunya. Murid mengikuti teladan Guru. Menjadi murid Yesus berarti pikiran dan perbuatan kita dipimpin oleh Yesus. Menjadi murid Yesus berarti kita melakukan kehendak Yesus bahkan menaklukan keinginan kita dibawah keinginan Kristus. Menjadi murid Yesus adalah sebuah anugerah, karena kita dipilih oleh Tuhan. Dalam panggilan sebagai murid, kita dipilih untuk memuridkan segala bangsa. Tema khotbah kita hari ini adalah Dipilih untuk memuridkan segala bangsa. Yesus memilih dan menentukan 12 orang yang disebut sebagai murid-Nya. Murid-murid itu dipersiapkan, dibekali, dan mereka belajar langsung dari Yesus selama 3 tahun. Ketika Yesus naik ke Sorga, para murid melakukan apa yang diperintahkan Yesus. Mereka kembali ke Yerusalem. Ke – 11 Rasul juga beberapa perempuan dan saudara – saudara Yesus. Jumlah mereka 120 orang. Mereka menanti janji Tuhan di Yerusalem. Yerusalem menjadi titik start dari misi dan pelayanan mereka. Di Yerusalem, para murid mempersiapkan diri untuk menerima kuasa Roh Kudus yang memberi ketekunan hati, keberanian dan otoritas bagi mereka untuk melanjutkan misi memuridkan segala bangsa. Ketika menanti janji Tuhan ada 2 hal besar yang dilakukan para murid. 1. Mereka bertekun dengan sehati dalam Doa Kata bertekun Yunani “proskatereo” artinya rajin, bersungguh – sungguh, menghabiskan banyak waktu. Jadi mereka saling melayani, saling mendoakan, saling menasihati, saling menguatkan dan kesehatian mereka semakin kuat. Mereka menunggu bukan dengan berdiam diri atau mengurung diri tetapi dengan bertekun dalam doa. Persekutuan terwujud dalam doa bersama. Murid beroleh kekuatan baru dalam persekutuan yang bertekun dan berdoa. 2. Mereka memilih pengganti Yudas Yudas sudah tidak bersama-sama dengan para murid dan mereka tinggal 11 orang. Yudas sudah “dapat uang kembali”. Yudas menuai apa yang ditaburnya. Yudas mati secara mengerikan dan 30 keping perak harga pengkhianatan Yudas dipakai membeli tanah, yang disebut “Hakal Dama” “Tanah darah” ayat 19. Mengapa Yudas harus diganti? Pertama, untuk menggenapkan jumlah 12 Rasul sesuai jumlah 12 suku Israel. Angka 12 adalah angka dari teladan ketaatan dan penyerahan rasuli kepada kehendak Allah. Kedua, untuk mengembalikan keutuhan dan kemurnian Wibawa Rasul yang telah dinodai oleh pengkhianatan Yudas. Oleh karena itu, pengganti Yudas harus memenuhi syarat, seorang yang pernah bersama Yesus semasa hidup-Nya dan juga menjadi saksi bagi kebangkitan Kristus. Petrus memimpin proses pemilihan itu. Ada 2 orang calon yaitu Yusuf yang disebut Barsabas atau Yustus dan Matias. Pemilihan itu didasari dengan doa. Kemudian pemilihan dilakukan dengan membuang undi. Membuang undi adalah cara yang lazim digunakan sejak PL untuk memastikan apa kehendak Allah. Dari hasil membuang undi itu, pilihan jatuh kepada Matias. Kita sedang berada dalam masa raya penantian Pencurahan Roh Kudus. Karena itu sebagai murid Yesus di masa kini, kita mesti belajar dari cara hidup para murid dimasa penantian. 1. Kita adalah murid Yesus karena itu seluruh kehidupan kita adalah sebuah proses belajar. Belajarlah untuk setia meskipun jalan hidup tidak selalu mulus. Belajarlah untuk sehati dalam persekutuan meski saling berbeda dalam segala hal berbeda pendapat, berbeda keinginan, berbeda perasaan tetapi sehati dalam tujuan, sehati dalam Tuhan sehati sebagai persekutuan. Belajarlah untuk tekun dalam doa. Doa adalah nafas kehidupan. Yesus saja setia berdoa. Kehidupan para murid adalah persekutuan yang bertekun dalam Doa. Doa memberi bagi kita kekuatan menghadapi kerasnya kehidupan. Apabila kita menyerahkan sepenuhnya segala perkara dihidup kita kepada Tuhan maka Tuhan sendiri akan memimpin kita untuk mengerti rencanaNya. Belajarlah untuk melakukan kehendak Yesus sebab menjadi murid bukan sekedar status tapi sikap dan gaya hidup. Menjadi murid Yesus berarti selalu memberikan telinga untuk mendengar Firman Tuhan, Melakukan kehendak Tuhan, mengikuti teladan Yesus dan memberi hidup ini dipimpin oleh Roh Kudus 2. Jika kita sudah belajar untuk setia menjadi murid Yesus maka kitapun dipanggil dalam proses pemuridan. Pada satu sisi kita tetap menjadi murid Yesus, dan pada sisi lain kita juga memuridkan orang lain. Kita dipilih bukan hanya untuk menjadi murid tetapi juga untuk memuridkan orang lain. Kita tidak bisa memuridkan orang lain jika kita belum belajar menjadi murid yang setia. Memuridkan orang lain bukan dengan cara berkhotbah saja juga bukan dengan memaksa orang lain menjadi Kristen. Memuridkan orang lain yaitu dengan gaya hidup/cara hidup Yesus. Kita membuat orang lain mengalami kasih karena kita hidup mengasihi. Orang lain mengalami damai sejahtera karena kita hidup dalam damai. 3. Belajar menjadi murid dan memuridkan orang lain bukan dengan cara hidup Yudas Iskariot. Yudas lskariot adalah peringatan dan contoh murid yang tidak setia, tidak taat dan tidak bersungguh-sungguh. Yudas Iskariot memang menjadi bagian murid Yesus tetapi bukan Yesus yang memimpin kehidupannya. Yudas Iskariot adalah seorang murid yang gagal menjadi murid dan gagal memuridkan orang lain.. Akibatnya Yudas kehilangan berkat – berkat dan janji – janji yang disediakan bagi murid yang setia. Tentu kita tidak mau menjadi murid yang gagal seperti Yudas. Belajarlah menjadi murid yang setia kepada Yesus dan setia memuridkan segala bangsa dengan cara hidup Kristus. Tuhan memberkati.

renungan kisah para rasul 12